Total Pageviews

Tehnik Co-Branding dan Peningkatan Pemasaran

co-branding,strategi pemasaran ala tung dasem waringin

Apakah Anda telah melakukan co-branding? Bagaimana co-branding bisa membantu peningkatan pemasaran kita? Saat ini banyak kita jumpai perusahaan yang melakukan co-branding.

Mungkin Anda pernah atau sering melihat banyak merek komputer yang menampilkan logo Intel, baik IBM, Dell, Acer, dan sebagainya. Atau, juga produsen prosesor yang sedang gencar-gencarnya yaitu AMD yang logonya banyak dipasang di berbagai merek komputer.

Lalu juga ada juga co-branding bank lokal ataupun internasional yang dilakukan dengan bersama klub sepak bola ternama atau dengan pusat perbelanjaan besar. Ada juga peralatan-peralatan masak dengan Teflon-Dupont dan masih banyak co-branding yang lainnya.

Pada dasarnya, co-branding merupakan penggabungan/kerjasama antara dua merek atau lebih yang antara lain bertujuan meningkatkan citra produk. Selain itu, untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sehingga bisa mendatangkan keuntungan atau nilai tambah bagi produk atau jasa hasil co-branding tersebut.

Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum dan saat melakukan suatu co-branding? Temukan data lengkap dari produk yang akan dilakukan kerja sama co-branding, termasuk kualitas, kredibilitas dan datadata akurat dari ahli atau sumber yang berkompeten. Faktor ini penting sebagai dasar co-branding serta tujuan dan target-target yang telah ditentukan.

Penyusunan sistem kerja sama yang mengarah ke win-win solution. Hal ini penting karena jika kita hanya fokus pada keuntungan semata, hasil yang akan kita raih tidak bisa optimal. Buat rancangan kerjasama yang matang, sehingga bisa benar-benar menguntungkan ke dua belah pihak, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Harus diingat pula bahwa dengan melakukan co-branding belum tentu menjamin untuk bisa memberikan hasil yang kita inginkan.

Karena itu, diperlukan ada sistem monitoring, serta pelaksanaan yang lebih integral. Kita juga harus senantiasa meng-update respons dari konsumen atau calon konsumen kita, apakah co-branding yang dilakukan bisa memberikan respons yang lebih positif terhadap produk kita pula? Dan tentu saja terhadap peningkatan pemasaran kita juga. Perancangan strategi marketing yang menyeluruh dan terpadu.

Langkah ini memungkinkan pelaksanaan 12 Pilar Marketing dengan lebih efektif. Salah satu contohnya, dengan melakukan promosi ataupun periklanan yang bisa mendukung ke dua belah pihak. Antara lain dengan membuat strategi periklanan yang matang termasuk detil-detilnya di antaranya komposisi, perancangan tata letak logo, besar kecilnya logo, headline, isi materi iklan, pemilihan media yang tepat, dan sebagainya.

Perlu kita ketahui juga bahwa ternyata tidak selalu co-branding bisa menghasilkan peningkatan pemasaran secara langsung. Ada co-branding yang tidak bisa menghasilkan peningkatan pemasaran; baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang sesuai yang diharapkan karena salah satunya tidak didukung oleh strategi pemasaran yang solid.

Mungkin co-branding-nya sendiri sudah cukup baik, namun disampaikan dengan komunikasi atau cara beriklan yang kurang tepat, serta tidak dilakukan berbagai aktivitas pemasaran yang terpadu.

Ingat, ada 12 pilar pemasaran. Selain beriklan, masih banyak pilar yang bisa kita lakukan untuk mengomunikasikan co-branding. Tentunya ini untuk bisa menyentuh target pasar kita dengan lebih tepat dengan cara yang lebih efektif.

Dan, di dalam buku Marketing Revolution, Anda bisa belajar lebih mendalam tentang ke-12 pilar tersebut. Saran penting; baca dan praktikkan pelajaran dari buku tersebut, maka akan Anda dapatkan hasil yang lebih baik untuk peningkatan pemasaran.

TUNG DESEM WARINGIN
Pelatih Sukses No. 1 Indonesia
follow Twitter: twitter.com/tungdw &
STEPHANUS P HARDJANTO TDW Senior Coach Partner) follow Facebook: www.facebook.com/stephanus.ph
(Koran SI/Koran SI/ade)
sumber artikel : http://music.okezone.com/read/2012/06/10/23/644503/co-branding-dan-peningkatan-pemasaran
4.5

Macam-macam Promosi Melalui email Marketing

Aneka sarana prasarana pemasaran melalui internet tidak bisa lepas dari fasilitas email, namun menggunakan surat elektronik tetap harus menggunakan etika yang baik. sebab pertaruhan nama brand produk kita akan menjadi taruhannya.

seringkali kita mendapatkan sebuah email yang berisi tentang tawaran promosi dan darimanakah email itu datang? bagaimana cara mereka mengirimkan email?

yuk kita pelajari bersama-sama.

membuat auti responder :
autoresponder serig di gunaka untuk pesan balasan ketika kita telah mendaftar pada situs-situs tertentu, magsud dan tujuan dari email ini adalah untuk salam sapa atau langkah konfirmasi dari si pendaftar dari situs tersebut.

email follow up:
setelah kita mendaftar pada sebuah situs biasanya kita akan mendapatkan email di kemudian hari, email ini bisa berisi tentang info-info terbaru dari situs tersebut atau ajakan agar kita segera mengupgrate keanggotaan dari situs tersebut.

kedua langkah di atas sampai saat ini masih bisa di toleransi bagi si pemilik email, namun bagaimana jiga tiba-tiba kita mendapatkan email yang isnya adalah sarana berpromosi tanpa kita pernah tahu sumber dari pengirim email tersebut tentu kta akan merasa kesal bukan...?
dan  kategori email ini bisa kita sebut sebagai Spam.


dan tidak jarang juga kita mendapatkan sebuah email yang memberikan tautan kesebuah situs yang telah di susupi virus atau malware denga tujuan untuk mencuri data kita ataupun mengirimkan email dari alamat email kita pada list daftar alamat email yang tersimpan pada alamat email kita
untuk mengatasi masalah ini kita cukup sering-sering mengganti pasword secara berkala.


 kembali pada soal email marketing, dengan kata kunci " email marketing" pada situs search bar google, kita akan banyak menjumpai perusahaan/jasa yang menyediakan software dan layanan auto responder ini. dan untuk yang belum berpengalaman biasanya ada customer servis yang siap untuk membantu.


bagaimana kita bisa mendapatkan email dan mengirim emali tanpa terjerat kategori Spam?


untuk memancing calon konsumen agar dengan sukarela memberikan nama dan alamat emailnya, yang sering di gunaka adalah dengan membuat sebuah landing page atau welcome page, sebelum calon konsumen atau new visitor bisa mengakses seluruh isi halaman maka ada sarat yang wajib di lakukan yaitu mengisi alamat email dan nama yang tentu saja untuk koleksi database untuk di follow up di kemudian hari.


menggunakan tehnik seperti di atas sah-sah saja selama dalam emai terdapat menu unsubcribt sewaktu-waktu jika seandainya si penerima email sudah merasa tidak nyaman dengan email yang kita kirimkan.




4.5